Ahlan Wa Sahlan

About Me

Foto saya
Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.... Jangan sedih dengan kekurangan kita dan jangan minder dengan kelebihan orang.... Jadilah diri sendiri agar orang tahu siapa kita....

Kamis, 25 Februari 2010

Cinta Hakiki

Orang-orang yang mencintai Allah, akan dianugerahkan cinta kepada sesamanya yang juga mencintai Allah, tanpa perlu diusahakan untuk mencintai mereka. Sehingga, terkadang ketika kita melihat orang-orang shalih kita merasa ada rasa cinta yang terselip diruang jiwa, itulah anugerah yang diberikan Allah kepada kita agar mampu mencintai orang-orang yang mencintai Allah. Dan secara tak langsung kita akan dipengaruhi dengan keinginan untuk mencintai amalan-amalan orang-orang yang mencintai Allah. Oleh karena itu, agar mampu mencintai letakkan hakikat cinta tertinggi kepada Allah, maka terlebih dahulu kita harus berusaha mencintai Allah, agar anugerah cinta itu juga lahir dihati kita.

Minggu, 13 Desember 2009

Bangga dengan Identitas Islam

Begitu banyak sejarah pejuang Islam yang terlupakan, masyarakat lebih bangga pada seorang aktor dan aktris yang dapat membuat mereka berdecak kagum pada akting yang di perankan atau para muda-mudi lebih menyukai alunan lagu yang membuat mereka hanyut. Apa yang terjadi pada umat Islam sekarang? Kemana umat Islam yang disegani dunia dalam sejaran yang mampu meguasai dunia hampir 13 abad lamanya. Mengapa umat Islam sekarang sangat terpuruk? Di mana Para Pejuang Islam sekarang berada? Sangat disayangkan jangankan untuk memperjuangkan Islam Berjihad dan Berdakwah, untuk menunjukkan identitas mereka sebagai Islam pun mereka malu, malu dengan identitas Islam. Sangat disayang kan para remaja dengan bangga bergaya ala jahiliyah. Terkadang ketika berpapasan (bertemu) dengan seorang yang baru kita kenal, kita sendiri ragu tuk member salam dikarnakan identitas orang yang kita jumpai sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia seorang muslim, yang mengherankan lagi ketika mereka berjumpa dengan saudarah yang seakidah yang dengan ikhlas menggunakan identitas Islam justru mereka heran dan curiga, pada hal kalo ditanya agama apa mereka dengan lantang mereka menjawab Islam, kalo ditanya apa saja kewajiban umat Islam mereka juga paham. Ditanya mengapa mereka tidak menerapkan aturan Islam, aturan yang Allah turunkan berupa Al-Quran, tampa malu mereka menjawab belum siap, nanti saja jika waktunya tiba atau menunggu hidayah. Apaka kita tahu seberapa lama umur kita, kapan kita meninggal, bukankah rizki, maut, jodoh Allah yang menentukan.

Dalam hidup ini, manusia dan hewan sama. Sama-sama makan, minum, bergerak, berkembang biak, berinteraksi dengan mahluk lainya. Bedanya, hewan melakukan semua itu sekehendak hatinya sedangkan manusia ada yang melakukan dengan sekehendaknya dan ada pula yang diatur oleh aturan Allah maha pencipta. Bila manusia dalam menjalani hidup ini hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semata, menjalani hidup bebas tampa aturan, memperturutkan logika dan hawa nafsunya serta melupakan Allah, saat itu orang tidak dapat dibedakan dengan hewan.

” Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam itu kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qulub(akal dan hati), tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (kebenaran dan kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinya tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebi sesat lagi. Mereka itu orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf :179)

Jelas sudah pada ayat tersebut Allah telah memberikan indera yang sebenarnya telah dijadikan oleh Allah sebagai datang jalanya hidayah. Tetapi mereka mensia-siakan sebab, mereka tuli, buta dan bisu dari mengikuti petunjuk Allah. Mereka tidak mendengar kebenaran Islam dan tidak mengikuti petunjuk Allah. Jangan sia-siakan waktu yang tersisa, raihlah hidayah itu dengan jalan mencarinya, jangan sampai kita hanya menanti datangnya hidayah yang ternyata hidayah tersebut sudah berlalu, jangan sampai mata dan hati mu tertutup terhadap kebenaran Allah. Sesungguhnya Allah maha pengasih lagi maha penyayang dan sesungguhnya azab Allah itu sangatlah pedih.

Kamis, 10 Desember 2009

Menemukan Tambatan Hati

Banyak hal dalam hidup ini yang membuat diri semakin matang dalam menghadapi hidup. Hanyut akan angan-angan yang kita angankan, terlena akan janji-janji yang telah dijanjikan kepada kita, hingga kita begitu yakin dan percaya akan angan dan janji-janji tersebut. Namun ketika apa yang kita angankan tidak sesuai kenyataan dan apa yang dijanjikan mendapat penghianatan baru disadari hidup ternyata tidak cukup dengan angan-angan dan menantikan janji. Betapa kecewa saat angan tak tercapai, betapa sakit saat janji mendapat penghianatan. Baru tersadar ketika jatuh, menangis air mata tak mampu menetes, di pendam hati terlalu sakit tuk menahan. Begitu mudah hati manusia berbalik. Kemana hati kan berlabuh.......

”Katakanlah: ”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugianya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rosul-nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (
QS. At-Taubat:24) .

Allah hati ini telah sekian lama berpaling......
Betapa dunia telah membius hati ini.....
Jangankan tuk berjihat dijalan Mu, terkadang tuk berdakwah di jalan Mu banyak sekali alasan-alasan yang hamba perbuat......
Allah betapa banyak karunia yang telah Engkau limpahkan kepada hamba.....
Allah ampunkanlah hamba yang terkadang lupa mensyukuri nikmat Mu
Subhaanallaah........
Alhamdu lillaahi............
Alhamdu lillaahi Allah Engkau telah menegur hamba dengan kelembutan Mu
Allah jadikan hati ini tuk selalu cinta dan merindukan Mu.
Hanya ada satu angan yang tak kan tersaia-siakan, agan tuk berada di sisi Mu.
Hanya ada satu janji yang pasti akan di tepati yaitu janji Mu pada hamba Mu yang bertaqwa.

Jumat, 24 Oktober 2008

Engkau Karunia Terindah

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat mu bahagia, cukup cobaan untuk membuat mu kuat, cukup penderitaan untuk membuat mu menjadi manusia yang sesungguhnya dan cukup harapan untuk membuat mu bahagia. Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan ini sampai diri mu melupakan kegagalan mu dan rasa sakit hati. Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling mu tersenyum. Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika diri mu meninggal, engkau satu-satunya yang tersenyum dan semua orang di sekeliling mu menangis. Karena engkau begitu berharga bagi orang di sekeliling mu, tunjukkanlah cinta dari hati mu dan biarkan sekeliling mu menyadari bahwa mereka berarti buat kamu dan kamu berarti bagi diri mereka.

Rekan