Banyak hal dalam hidup ini yang membuat diri semakin matang dalam menghadapi hidup. Hanyut akan angan-angan yang kita angankan, terlena akan janji-janji yang telah dijanjikan kepada kita, hingga kita begitu yakin dan percaya akan angan dan janji-janji tersebut. Namun ketika apa yang kita angankan tidak sesuai kenyataan dan apa yang dijanjikan mendapat penghianatan baru disadari hidup ternyata tidak cukup dengan angan-angan dan menantikan janji. Betapa kecewa saat angan tak tercapai, betapa sakit saat janji mendapat penghianatan. Baru tersadar ketika jatuh, menangis air mata tak mampu menetes, di pendam hati terlalu sakit tuk menahan. Begitu mudah hati manusia berbalik. Kemana hati kan berlabuh.......
”Katakanlah: ”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugianya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rosul-nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (QS. At-Taubat:24) .
Allah hati ini telah sekian lama berpaling......
Betapa dunia telah membius hati ini.....
Jangankan tuk berjihat dijalan Mu, terkadang tuk berdakwah di jalan Mu banyak sekali alasan-alasan yang hamba perbuat......
Allah betapa banyak karunia yang telah Engkau limpahkan kepada hamba.....
Allah ampunkanlah hamba yang terkadang lupa mensyukuri nikmat Mu
Subhaanallaah........
Alhamdu lillaahi............
Alhamdu lillaahi Allah Engkau telah menegur hamba dengan kelembutan Mu
Allah jadikan hati ini tuk selalu cinta dan merindukan Mu.
Hanya ada satu angan yang tak kan tersaia-siakan, agan tuk berada di sisi Mu.
Hanya ada satu janji yang pasti akan di tepati yaitu janji Mu pada hamba Mu yang bertaqwa.